Review sang penulis terhadap suatu film.

Greetings,everyone !




Stephen King adalah salah satu novelis horor yang paling terkenal diseluruh dunia,sudah banyak sekali hasil kerja tangannya yang diangkat menjadi adaptasi film yang menghasilan suatu karya movie paling bagus dan terkenal,salah satu judul yang paling diingat adalah It dan The Shining.Namun Misery juga layak masuk kejajaran film adaptasi novel Stephen King yang paling terbaik.


   Film yang bergenre horor-thriller/splatter-film atau yang biasa disebut film potong-potongan badan selalu mempunyai tempat tersendiri di hati penulis,menonton film bergenre splatter selalu memberikan tensi yang lebih dari biasanya ketimbang film horor biasa yang hanya menawarkan setan berwujud iblis yang sering muncul tiba-tiba didepan kamera,Misery adalah salah satu dari film bergenre splatter favorit penulis,dan menurut penulis pribadi Misery tidak terlalu menunjukan graphic violence yang terlalu sakit seperti difilm SAW Series atau Hostel misalnya,namun masih mampu memberikan tensi dan ketegangan tingkat tinggi didalamnya.

The torture room.

   Misery mempunyai jalan cerita film yang simple;Paul Sheldon adalah seorang novelis terkenal dan sedang dalam masa puncak karirnya yang mengalami kecelakaan parah,namun nyawanya masih dapat diselamatkan oleh seseorang yang mengaku apabila dirinya ialah fans-nomor-satu dari Paul and turns out she's also a crazy bitch.

   Menurut penulis pribadi,Misery mempunyai cara spesial untuk memberikan ketegangan yang tinggi selama film berlangsung;Akting.Akting dari si fans-nomor-satu Kathy Bates ( yang menyabet piala  Oscar karena film ini ) sangat-amat sempurna difilm ini,ia bertingkah layaknya seorang fans yang sangat gila dan sakit tetapi juga mempunyai sisi humor dan fun dalam dirinya,dan kualitas akting dari Kathy benar-benar membuat penulis merasa insecure selama menonton film ini,penulis bisa sedikit merasakan apa yang dirasakan oleh Paul Sheldon selama disekap dalam rumah fansnya.


Don't worry,I'm a nice girl.
 

   Graphic violence yang disajikan difilm ini memang kalah jauh apabila dibandingkan dengan SAW Series atau Postal atau Chainsaw Massacre yang ketiganya layak untuk dijadikan pentolan film-film bergenre splatter,namun Misery masih mempunyai beberapa scene yang sama sakitnya seperti scene-scene difilm splatter lainnya hanya saja kadarnya dikurangkan sehingga tidak setiap saat penonton disuguhkan oleh darah atau daging yang terbuka didepan mata mereka.


Or am i ?

    Namun Misery masih tetap memberikan tensi dan ketegangan tingkat tinggi difilmnya melalui perasaan Paul selama film ini berlangsung,meskipun film ini dimulai dengan jalan cerita yang slow-pace namun sama sekali tidak membuat penulis mengantuk atau merasa bosan,justru membuat penulis merasa lebih penasaran dengan apa yang akan terjadi pada Paul selanjutnya.

   Maka dari itu Misery akan selalu menjadi film rekomendasi dari penulis untuk film bergenre splatter untuk penonton yang mempunyai perut dan mata yang lemah akan darah namun tetap ingin mendapatkan ketegangan dan tensi yang sama dengan film splatter lainnya,maka dari itu film ini layak penulis berikan skor Ten out of Ten dan akan selalu menjadi film adaptasi novel King favorit dari penulis.

Our king.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bottom Ad [Post Page]